Seputar Kristenisasi

[Kristenisasi][bleft]

Seputar Syiah

[Syi'ah][bsummary]

Seputar Liberal

[Liberal][twocolumns]

Doktrin Trinitas Dalam Timbangan Nalar

(Qodisiyah.com) Dalam Islam, tentunya kita semua meyakini bahwa Isa ‘alaihissalam (Yesus) adalah salah satu manusia biasa yang Allah pilih menjadi nabi dan rasul. Allah juga berikan beberapa mukjizat, seperti menghidupkan orang mati dengan izin Allah ‘azza wa jalla, mampu mengobati orang buta sehingga bias melihat dan lain sebagainya. Namun, tetap beliau adalah manusia biasanya yang membutuhkan makan dan minum minum serta bias sakit juga layaknya kehidupan manusia. Nabi Isa sampai saat ini masih hidup dan diangkat oleh Allah ke langit yang kemudian akan turun lagi dipenghujung kehidupan dunia untuk menghapus kedzoliman dan membela syariat Nabi Muhammad dengan izin Allah, tidak mati ditiang berpalang sebagaimana keyakinan umat Nasrani. Ini adalah keyakinan yang tidak ada sedikitpun keraguan padanya.

Adapun dalam keyakinan iman Nasrani, menyatunya Yesus dengan Allah dan Roh Kudus adalah salah satu konsep dasar kepercayaan mereka yang disebut dengan Konsep Trinitas. Begitu juga dengan keyakinan mereka, bahwa Yesus dilahirkan untuk disalib sebagai penebus dosa bagi umat manusia, yang terus terwariskan atas pelanggaran yang dilakukan oleh Nabi Adam, merupakan dasar keyakinan mereka. Siapa saja yang tidak mempercayai dan meyakini atau meragukan dua hal ini, maka dia adalah “domba-domba yang tersesat” menurut mereka.

       Lalu benarkah Bible mengatakan demikian? Benarkah Yesus bersatu dengan Allah, dan Allah selalu bersama Yesus di dalam dirinya menurut Bible? Dan benarkah Yesus disalib untuk menebus dosa umat manusia?

       Kaum Kristiani mencoba mencari pembenaran atas keyakinan ini dengan berdalil dari beberapa ayat di dalam Bible, diantaranya :

Aku dan Bapa itu satu adanya. (Yohanes 10:30)

Ini adalah salah satu dalil mereka bahwa Yesus bersatu dengan Allah. Namun, mari kita periksa ayat yang lain, misalkan :

     “Maka sekira-kira pukul tiga itu berserulah Yesus dengan suara yang nyaring, Katanya: Eli! Eli! “Lama sabaktani?!”, artinya “Ya Tuhan! Ya Tuhan! Apa sebabnya Kau meninggalkanku?!”. (Matius 21:46)

Pada ayat yang pertama dikatakan bahwa Yesus dan Bapa itu satu, lalu pada ayat yang kedua justru Yesus memanggil-manggil Allah untuk menolongnya. Berarti jelas mereka tidak bersatu, bahkan yang lebih aneh Yesus memanggil Allah “Tuhan”, bukankah dia juga adalah Tuhan?. Lalu, jika benar dia adalah Tuhan kenapa harus minta tolong?. Dan jika memang Allah bersatu dengan Yesus bagaimana mungkin Allah meninggalkannya, sehingga dia berseru-seru minta pertolongan layaknya manusia biasa?. Belum lagi jika kita bahas tentang relevansi antara ayat-ayat dan keotentikan Bible yang ada sekarang.

            Kemudian, untuk meyanggah hal ini, mereka akan mengatakan: “Yesus dilahirkan memang untuk disalib, maka wajarlah Allah tidak menolongnya dan meninggalkannya”.

Untuk mengkritisi doktrin tersebut mari kita coba dengan tiga logika berikut ini :

1. Jika memang benar Yesus menyatu dengan Allah bagaimana mungkin dia meninggalkannya, apa mungkin sebelum disalib mereka bersatu lalu ketika hendak disalib Allah memisahkan diri? Ini sama saja bahwa mereka menuduh bahwa Allah tidak setia dengan anak-Nya dan tidak setia dengan sesama Tuhan.

2. Jika memang benar Yesus dilahirkan untuk disalib sebagai penebusan dosa, lalu kenapa Yesus berseru dengan suara nyaring bertanya kenapa Tuhan meninggalkannya? Ini jelas bahwa Yesus menolak untuk disalib, ketakutan ketika hendak disalib. Karena jika memang benar Yesus dilahirkan untuk disalib sebagai penebusan doa, dia seharusnya rela dan tidak menolak untuk disalib, bahkan seharusnya dia bahagia. Tapi nyatanya dia menolak bahkan memanggil-manggil Tuhannya.

3. Yang lebih aneh lagi, jika kita bertanya apakah orang-orang yang manyalib Yesus berpahala ataukah berdosa dan terlaknat? Maka menurut keyakinan mereka orang-orang yang menyalib Yesus tersebut berdosa dan terlaknat.

Aneh! Mestinya mereka tidak terlaknat, bahkan mereka seharusnya mendapatkan kemuliaan dan pahala yang sangat besar. Dan Yesus pun seharusnya berterima kasih kepada mereka. Sebab sebagaimana keyakinan mereka bahwa Yesus dilahirkan memang untuk disalib, dan orang-orang yang menyalib Yesus ini telah berperan dan sangat membantu menjalankan misi dilahirkannya Yesus. Jika tidak ada orang-orang yang menyalib Yesus ini, maka misi dilahirkannya Yesus pun tak akan terlaksanakan dan dosa anak manusia tidak akan terhapuskan. Jadi orang-orang yang menyalib Yesus itu telah berjasa kepada Yesus dan pengikutnya. Seharusnya mereka mendapatkan derajat yang tinggi di surga dan dipuji-puji atas jasanya itu. Tapi mereka malah terlaknat. Ini namanya tak tahu berterima kasih, sudah membantu malah dilaknat.

         Dengan demikian, semua pertanyaan kita diatas telah terjawab oleh Bible, bahwa Yesus tidaklah menyatu dengan Allah, dan dia tidak pula dilahirkan untuk disalib sebagaimana keyakinan Umat Kristiani. Lalu siapa Yesus? Dan bagaimana yang benar?.


Yang benar adalah Yesus merupakan salah satu nabi dari nabi-nabi Allah yang Allah pilih dari manusia biasa, dilahirkan oleh Maryam, dan diberikan mukjizat-mukjizat kepadanya seperti menghidupkan orang mati dengan izin Allah. Dan dia sama sekali tidak disalib, akan tetapi Nabi Isa ‘alaihissalam diangkat oleh Allah subhanahu wa ta’alaa ke langit yang kemudian nanti akan diturunkan ke bumi pada akhir zaman. (SA)
Ingin publikasikan tulisan di QODISIYAH.COM? Klik di sini!

No comments: