Seputar Kristenisasi

[Kristenisasi][bleft]

Seputar Syiah

[Syi'ah][bsummary]

Seputar Liberal

[Liberal][twocolumns]

Mematahkan Doktrin "Yesus Menyatu dengan Tuhan"

(Qodisiyah.com) Pada makalah sebelumnya kita telah membahas tentang dalil pembenaran kaum Nasrani yang mereka kutip dari Bible tentang bersatunya Isa ‘alaihissalam dengan Allah. Di antara dalil mereka adalah “Yohanes” pasal 10 ayat 30, yang seakan dengan gamblang menyatakan bahwa Yesus menyatu dengan Allah. Kemudian kita sanggah dengan Bible sendiri, yaitu  “Matius” Pasal 21 Ayat 46 : “Maka sekira-kira pukul tiga itu berserulah Yesus dengan suara yang nyaring, Katanya: Eli! Eli! “Lama sabaktani?!”, artinya “Ya Tuhan! Ya Tuhan! Apa sebabnya Kau meninggalkanku?!”. Ayat ini, dengan jelas mengatakan bahwa Yesus ‘alaihissalam tidaklah menyatu dengan Allah. Sebab Yesus sendiri yang mengatakan bahwa Allah meninggalkannya. Bisa kita lihat dari ucapannya Lama sabaktani? (kenapa Engkau tinggalkan aku). Jikalah memang benar bahwa Yesus menyatu dengan Allah maka tidak mungkin dia menyeru dengan suara selantang itu. Yang lebih aneh lagi, bagaimana mungkin jika benar Yesus adalah Tuhan, kemudian meminta tolong? Apakah mungkin Tuhan meminta tolong untuk diselamatkan dari manusia? Apakah masuk akal Tuhan tidak mempunyai daya dan upaya?. Lalu kita katakan juga, jika benar bahwa Yesus hidup untuk disalib lalu kenapa dalam keyakinan Nasrani justru orang-orang yang menyalib itu berdosa bahkan terlaknat? Bukankah seharusnya mereka mendapatkan ganjaran yang sangat besar, kedudukan yang mulia serta pahala yang tak terhingga dikarenakan mereka telah membantu Yesus untuk melakukan tugasnya. Maka jelas sekali bahwa Yesus tidaklah Tuhan dan tidak pula manusia yang menyatu dengan Allah.

Dalam kesempatan ini kita akan membahas tentang keyakinan Nasrani bahwa tidak mustahil jika Ruh Tuhan bersatu dengan Yesus. Mereka berdalihkan dengan mungkinnya manusia kerasukan jin, malaikat atau makhluk-makhluk halus lainnya. Sehingga jadilah semua tindakan, perbuatan dan kehendaknya sesuai dengan yang diinginkan oleh makhluk yang merasuki tubuh manusia tersebut. Jika dia rasuki jin, maka segala perbuatan, tindakan, perilaku, sifat dan lainnya merupakan  hasil dari kehendak dan perbuatan jin. Jika dia dirasuki malaikat dan roh suci maka segala tindakannya adalah suci, begitu pula yang terjadi dengan Yesus. Maka semua tindakan Yesus, perbuatannya, perilakunya, ucapannya dan lain-lain, adalah atas perbuatan, perilaku, ucapan dan tindakan Tuhan.

Untuk menyanggah logika yang cacat ini, kita tanyakan apakah manusia yang dimasuki jin itu disebut jin?! Tentu tidak. Apakah orang yang dimasuki malaikat itu disebut malaikat? Juga tidak. Lalu apakah orang yang dimasuki roh Tuhan disebut Tuhan? Tentu saja tidak. Jadi jelas bahwa manusia yang menerima roh tuhan[1] itu bukanlah Tuhan, manusia yang menerima wahyu dari Tuhan bukan Tuhan. Melainkan dia adalah utusan dan pesuruh Tuhan yang diutus untuk menyampaikan wahyu. Dan hal ini disetujui dan sesuai dengan pernyataan Yesus sendiri. Mari kita sejenak menelaah “Yohanes” pasal 17 ayat 3, “Supaya mereka itu mengenal Engkau. Allah yang Maha Esa dan Benar, dan Yesus Kristus yang telah Engkau suruhkan itu.” Dalam ayat ini sangat jelas sekali bahwa Yesus Kristus sendiri menyatakan bahwa Allah itu Esa dan Yesus adalah utusan dan pesuruh-Nya.

Kemudian, menurut logika mereka di atas, bahwa manusia yang menyatu dengan roh-roh halus, maka segala tindakan, perbuatan, kehendak dan tingkah lakunya menyerupai roh-roh tersebut. Pertanyaannya adalah, apakah segala tindakan Yesus’alaihissalam menyerupai segala perbuatan Tuhan? Jawabannya adalah tidak. Kenapa? Karena Yesus makan sedangkan Tuhan tidak makan, Yesus tidur sedangkan Tuhan tidak tidur, Yesus sakit sedengakan Tuhan tidak sakit, Yesus menyembah Tuhan dan memanggil-manggil-Nya, sedang Tuhan justru Dia yang disembah, Yesus dalam keyakinan kristiani telah mati di tiang salib kemudian dibangkitkan, sedangkan Tuhan tidak mati dan seterusnya. Dari logika ini sudah sangat jelas bahwa Yesus tidaklah menyatu dengan Tuhan.

Dan diantar doktrin Kristen yang mengatakan Yesus menyatu dengan Tuhan adalah, bahwa Yesus mengetahui hal-hal ghaib. Untuk membantah pernyataan ini sangat mudah. Kita katakana, jika benar Yesus mengetahui hal ghaib, bagaimana mungkin dia bisa disalib lalu menyeru dengan suara lantang dan memanggil Tuhan? Jika dia tahu ghaib tentu dia tahu apa yang akan terjadi sehingga dia bisa menghindarinya dan lari dari orang-orang yang akan menyalib dia. Ini sangat jelas, bahwa keyakinan ini adalah batil. Lebih gamblang lagi jika kita kembali memeriksa Bible, dalam “Markus” pasal 13 ayat 31, “Sesungguhnya langit dan bumi akan lenyap tetapi perkataanku kekal. Tetapi akan harinya atau ketikannya itu tidak diketahui seorang juapun. Baik segala malaikat yang di sorgapun tidak, anak itupun tidak, hanyalah Bapak saja.” Lagi-lagi dengan sangat tegas Bible justru bertolakbelakang dengan doktri Kristen. Jelas sekali ayat ini menyatakan bahwa tidak ada satupun tahu hal yang ghaib selain Allah, termasuk Yesus ‘alaihissalam.

Dengan bantahan-bantahan di atas jelaslah bahwa Yesus tidaklah menyatu dengan Tuhan, dan dia sendiri juga bukan Tuhan atau anak Tuhan. Dan yang benar serta tidak ada keraguan di dalamnya adalah aqidah yang dibawa oleh agama Islam yang sangat tegas dan jelas mengatakan bahwa Yesus ‘alaihissalam adalah seorang nabi dan rasul yang diutus dari kalangan manusia biasa, bukan Tuhan, beliau makan, sakit, namun beliau belum meninggal akan tetapi diangkat ke langit yang kemudian akan diturunkan lagi di akhir zaman untuk membunuh Dajjal, serta mengikuti syariat Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa Sallam. Kemudian Yesus (Isa) ‘alaihissalam akhiranya nanti akan meninggal sebagaimana makhluk yang lainnya.

Namun ada satu pernyataan ayat di atas yang seakan menyatakan bahwa Yesus adalah anak Tuhan yaitu “…anak itupun Tidak”. Dalam pernyataan ini seakan menyatakan bahwa Yesus adalah anak Tuhan. Benarkah demikian? Tentu saja tidak. Lalu bagaimana sanggahannya? Akan kita bahas pada makalah berikutnya Insyaallah.(SA)


---------------
[1] Pernyataan ini bukanlah bentuk persetujuan bahwa roh Tuhan merasuk dalam diri Yesus. Sebab dalam keyakinan Ummat Islam sama sekali bukan demikian. Melainkan pernyataan ini, hanya untuk menjawab dan membantah logika kau Nasrani dengan logika mereka sendiri.
Ingin publikasikan tulisan di QODISIYAH.COM? Klik di sini!

No comments: